Perjuangan Hamil

Assalamualaikum..

Bismillah…

Disini saya ingin membagikan perjuangan saya dan suami untuk mendapatkan buah hati.

Kami menikah di bulan April 2018, bulan berganti bulan saya belum juga positif. Saya sudah mencoba minum susu Prenagen Esensis selama 3 bulan. Akhirnya pada bulan Agustus kami coba periksa ke dokter kandungan.

Saat diperiksa, dokter A mengatakan rahim saya sehat dan tidak ada kelainan apapun, sedangkan suami tidak diperiksa karena kami berpikir suami sehat-sehat saja. Dokter tersebut menyarankan saya untuk minum Folavit setiap hari untuk mempersiapkan kehamilan.

Tiga bulan selanjutnya saya belum juga hamil. Teman-teman menyarankan saya untuk menjumpai dokter B di rumah sakit yang sama karena katanya dia lebih senior. Lalu kami datang lagi ke rumah sakit tersebut dan diperiksa oleh dokter B. Dokter melakukan USG dan mengatakan bahwa rahim saya retrofleksi atau menghadap ke belakang. Dan disarankan untuk mencari sendiri bagaimana cara berhubungan yang sesuai. Suami juga disarankan untuk melakukan pemeriksaan sperma ke Laboratorium Prodia.

Esok harinya suami periksa ke Prodia dan dikenakan biaya Rp 450.000. Sempat kaget juga semahal itu. Suami disuruh masuk ke kamar mandi dengan membawa wadah kecil untuk diisi sperma. Untuk hasilnya keluar esok hari.

Saat hasilnya keluar kami kaget karena ternyata suami mengalami teratozoospermia, suatu kondisi dimana sperma yang normal dibawah 4%. DImana hal ini memungkinkan saya untuk sulit hamil karena lebih banyak sperma yang abnormal.

Kami sangat sedih karena sungguh tidak menyangka bisa seperti itu. Lalu kami kembali melakukan pemeriksaan ke dokter. Ia memberikan resep obat yang bisa ditebus di tempat dia membuka praktek. Kami menebus obatnya, cuma 2 jenis dan diminum selama sebulan. Harga obatnya hampir Rp 1500000. Tapi gapapa demi menjemput hadirnya buah hati. Selain itu kami juga searching di dunia maya dan mendapatkan saran-saran dari orang yang pernah mengalami teratozoospermia.

Kami memulai hidup sehat dan rutin mengonsumsi JUS 3 DIVA setiap pagi ataupun sore. Cukup sehari sekali saja. Tomat, apel dan wortel dijus serta ditambahkan madu. Kami juga berhubungan setiap hari di masa subur dengan posisi DS. Kenapa setiap hari? Karena menurut dr. Suryo Bawono, sperma yang lebih sering dikeluarkan justru lebih sehat dan lebih banyak, hal itu disebabkan terjadinya regenerasi sel yang lebih cepat.

Dan Alhamdulillah di akhir bulan Desember 2018 saya positif hamil. Kami belum sempat melakukan USG sampai akhir bulan Januari.

Tiba-tiba saya merasakan sakit yang sangat hebat di perut saya, seperti masuk angin tapi sangat sakit,, bahkan untuk berjalan saja sangat sakit. Akhirnya saya dan suami pergi ke klinik terdekat. Disana saya di USG dan dites kembali dengan tespek. Hasilnya positif dan sangat jelas. Saat di USG tidak terlihat karena kebetulan saya habis buang air kecil. Saya diberi obat untuk mengurangi nyeri karena mereka juga berpikir saya hanya masuk angin biasa.

Saat malam tiba, saya tidak bisa tidur. perut juga semakin sakit, badan saya berkeringat dingin, saat tidur menyamping bahu saya sakit. Akhirnya jam 1 malam saya dilarikan ke rumah sakit. Sesampai disana hanya ada dokter jaga sehingga saya hanya diberi obat pereda nyeri yang dimasukkan melalui anus. Besok paginya saya di USG dan terlihat ada janin berusia sekita r 7 minggu. Saya diberi obat penguat dan boleh pulang.

Namun esoknya, saya mengalami flek dan semakin banyak, saya dilarikan ke rumah sakit lagi. Saat di USG, belakang rahim saya sudah penuh dengan darah. Dokter mengatakan tuba saya pecah dan saya mengalami kehamilan ektopik. Seketika saya tidak bisa menahan air mata dan lemas. Hari itu juga saya dioperasi dan tuba kiri saya diangkat. Sedihnya tak tertahan karena berakhir seperti ini.

Namun Allah pasti punya rencana yang lebih baik dari makhluknya. Mungkin ini cobaan bagi kami dan harus tetap mensyukuri serta mengikhlaskan yang telah terjadi. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.

Untuk teman-teman yang juga masih berjuang untuk memiliki buah hati, bersabarlah moms, you’re not alone. Berpikirlah positif dan lakukan juga hal-hal yang positif. Semangat moms!!!

Inilah sepenggal cerita dari saya sebagai pejuang untuk bisa hamil, semoga teman-teman yang pernah merasakan hal yang sama diberikan kekuatan serta segera dipercaya Allah untuk memiliki buah hati. Semangat moms !!!!

Introduce Yourself (Example Post)

This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.

You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.

Why do this?

  • Because it gives new readers context. What are you about? Why should they read your blog?
  • Because it will help you focus you own ideas about your blog and what you’d like to do with it.

The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.

To help you get started, here are a few questions:

  • Why are you blogging publicly, rather than keeping a personal journal?
  • What topics do you think you’ll write about?
  • Who would you love to connect with via your blog?
  • If you blog successfully throughout the next year, what would you hope to have accomplished?

You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.

Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.

When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.

Design a site like this with WordPress.com
Get started